Atelier Nara

Bangunan yang tahu di mana ia berdiri

Di banyak proyek, keputusan desain diambil dari gambar yang beredar: rumah dari iklim empat musim, fasad dari negara yang kelembapannya separuh kelembapan kita, jendela lebar dari kota yang matahari sorenya tidak menyengat. Bangunan seperti itu bisa berdiri di sini, tapi ia baru bisa dihuni setelah pendingin ruangan dinyalakan.

Atelier Nara bekerja dari arah yang berlawanan. Kami mulai dari apa yang tidak bisa dipilih klien: arah matahari, arah angin, bentuk lahan, lebar jalan, batas sempadan, dan tetangga yang sudah lebih dulu ada di situ. Sebagian besar jawabannya sudah ada di tapak sebelum kami menggambar apa pun.

01

Iklim lebih dulu, gaya belakangan

Keputusan pertama dalam setiap proyek kami bukan bentuk fasad, melainkan orientasi massa, lebar tritisan, dan jalur udara silang.

Aturan yang kami pakai, dan bisa diperiksa di gambar tiap proyek:

  • Tritisan tidak kurang dari 90 cm di sisi barat dan timur. Di banyak proyek kami menggambarnya 120 cm.
  • Setiap kamar tidur harus punya dua bukaan pada sisi berbeda sehingga udara bisa lewat, bukan sekadar masuk.
  • Sisi barat diberi lapisan penyangga ruang servis, kisi, rooster, atau rongga udara. Bukan dinding masif yang langsung berbatasan dengan ruang huni.
  • Ruang bersama dirancang untuk bisa dipakai tanpa pendingin ruangan pada siang hari. Pendingin boleh dipasang, tapi bukan sebagai syarat agar ruangnya berfungsi.

Ini bukan sikap anti-teknologi. Ini soal urutan: bangunan yang sudah benar orientasinya butuh mesin yang lebih kecil, dan tagihan yang lebih kecil, selama umur bangunan itu.

Gambar 01. Perbandingan tritisan 90 cm dan 120 cm terhadap sudut matahari pukul 15.00. Pada 120 cm dinding lantai dua terlindung sampai pukul 16.30.
Geser untuk melihat seluruhnya

02

Material yang bisa dikerjakan tukang setempat

Kami tidak menggambar detail yang hanya bisa dikerjakan aplikator bersertifikat dari luar kota.

Bata ekspos, beton ekspos dengan bekisting kayu lapis, plester aci, kayu lokal, baja profil standar, dan genteng yang dijual di toko bangunan terdekat. Bukan karena material itu lebih murah — kadang tidak — melainkan karena hasilnya bisa diperbaiki, ditiru, dan dirawat oleh orang yang tinggal di sekitar bangunan itu.

Konsekuensinya masuk sampai ke cara menggambar. Detail kami dibuat dengan toleransi kerja tangan, bukan toleransi pabrik. Sambungan direncanakan dengan asumsi ada selisih beberapa milimeter, dan garis pertemuan material diletakkan di tempat yang selisih itu tidak akan terlihat.

Gambar 02. Pertemuan bata ekspos dengan balok beton. Garis pertemuan diletakkan pada bayangan siar, sehingga selisih beberapa milimeter dari kerja tangan tidak terbaca dari luar.
Geser untuk melihat seluruhnya

03

Rumah Indonesia punya ruang yang tidak ada di buku gaya asing

Denah yang diambil dari majalah luar negeri hampir selalu kehilangan ruang-ruang yang justru paling sering dipakai di sini:

  • Teras yang benar-benar dipakai duduk bukan sekadar peralihan selebar satu meter.
  • Dapur kotor terpisah karena masakan yang sebenarnya dimasak di rumah ini menghasilkan asap dan bau.
  • Area jemur yang direncanakan bukan disembunyikan lalu berakhir di balkon depan.
  • Kamar untuk asisten rumah tangga bila memang ada, dengan akses dan kamar mandi yang layak.
  • Ruang yang siap ditempati orang tua yang suatu saat mungkin ikut tinggal, di lantai dasar, dekat kamar mandi.

Semua itu kami tanyakan di pertemuan pertama dan digambar sejak denah pertama. Menyelipkannya belakangan selalu menghasilkan ruang sisa.

Gambar 03. Dua denah dengan luas yang sama. Yang kiri menempatkan lima ruang di atas sejak awal; yang kanan menyelipkannya belakangan dan menghasilkan tiga ruang sisa yang tidak terpakai.
Geser untuk melihat seluruhnya

04

Membongkar bukan pilihan pertama

Bangunan yang sudah berdiri sudah membayar ongkos materialnya, ongkos energinya, dan ongkos waktunya. Merobohkannya berarti membuang semua itu sekaligus.

Setiap proyek renovasi kami mulai dengan pertanyaan berapa banyak yang bisa dipertahankan, bukan berapa banyak yang bisa dibongkar. Struktur yang masih layak diperkuat, kusen diperbaiki, atap diperiksa batang per batang. Bagian yang ditambahkan dibuat jujur sebagai bagian baru, sehingga bangunan lama tidak kehilangan usianya.

Gambar 04. Diagram retensi Griya Kotabaru 1938. Raster rapat menandai yang dipertahankan, raster renggang yang diperkuat, dan bidang putih yang dibongkar — 54 m² bangunan tambahan tahun 1980-an.
Geser untuk melihat seluruhnya

Yang tidak kami kerjakan

Studio yang menerima segalanya sulit dipercaya sudah memilih apa pun.

Gambar untuk keperluan perizinan saja, tanpa proses desain.
Kami tidak menyediakan jasa menggambar berkas.
Menggambar ulang desain studio lain.
Bila Anda sudah punya desain dari arsitek lain, selesaikan lebih dulu dengan mereka.
Menempelkan gaya tertentu atas permintaan
tanpa alasan yang bisa dijelaskan dari tapak. Bila Anda menginginkan tampilan tertentu, kami akan bertanya apa yang Anda sukai darinya, lalu mencari cara mencapainya dengan cara yang bekerja di iklim ini.
Proyek yang anggarannya belum pernah dibicarakan.
Desain tanpa batas biaya hanya menghasilkan gambar indah yang tidak bisa dibangun.

Kami tidak percaya ada satu bahasa arsitektur yang cocok di mana-mana. Yang kami percaya, setiap tapak sudah memberi setengah jawabannya, dan tugas kami adalah tidak mengabaikan setengah itu.

Ceritakan tapak Anda

Kirimkan lokasi, luas lahan, dan kebutuhan ruang Anda. Kami membalas dalam dua hari kerja dengan penilaian awal — termasuk bila menurut kami proyek Anda lebih tepat ditangani pihak lain.

Kami menerima maksimal enam proyek desain baru per tahun. Balasan pada jam kerja Senin–Jumat.