Catatan lapangan
Kenapa kami tidak lagi menggambar tritisan kurang dari 90 cm
Pada 2018 kami menggambar tritisan 60 cm di sisi barat sebuah rumah di Sleman. Angka itu diambil karena terlihat cukup pada gambar tampak, dan karena klien ingin garis atapnya tipis. Dua musim hujan kemudian pemilik mengabari bahwa dinding barat lantai dua berjamur pada ketinggian sekitar satu meter dari lantai.
Kami datang dengan alat ukur kelembapan permukaan dan mencatat selama tiga minggu. Yang kami temukan bukan kebocoran. Dinding itu basah dari luar setiap kali hujan datang dengan angin dari barat laut, lalu tidak pernah benar-benar kering karena matahari sore membakar permukaannya sampai suhu tinggi dan uap terdorong masuk, bukan keluar. Tritisan 60 cm tidak melindungi apa pun pada hujan yang datang menyamping.
Yang kami ukur
- Pada tritisan 60 cm, dinding lantai dua sisi barat tersinari langsung sejak pukul 13.40.
- Pada 90 cm, penyinaran langsung mulai pukul 14.50.
- Pada 120 cm, dinding terlindung sampai pukul 16.30 — dan setelah pukul 16.30 intensitasnya sudah turun jauh.
- Selisih suhu permukaan dinding antara tritisan 60 cm dan 120 cm pada pukul 15.00 mencapai belasan derajat.
Yang berubah di studio setelah itu
Sejak 2019 kami tidak lagi menggambar tritisan kurang dari 90 cm di sisi barat dan timur, dan pada sebagian besar proyek kami menggambarnya 120 cm. Angka itu bukan selera. Ia keluar dari pengukuran pada satu bangunan yang kami gambar sendiri dan yang kami harus perbaiki sendiri.
Konsekuensinya ada pada tampak: garis atap menjadi lebih tegas dan bayangannya lebih dalam. Beberapa klien awalnya menganggapnya terlalu berat. Yang kami tunjukkan adalah studi bayangan pukul 15.00 untuk bulan Maret dan September, dan pembicaraan biasanya selesai di situ.
