Untuk klien
Membaca lahan sebelum membelinya: enam hal yang bisa dicek sendiri
Tulisan ini berangkat dari pertanyaan yang paling sering masuk ke studio: lahan ini bagus atau tidak. Kami tidak bisa menjawabnya lewat pesan, tapi ada enam hal yang bisa Anda periksa sendiri dalam satu kunjungan sore, dan keenamnya sudah cukup untuk menyingkirkan lahan yang akan menyulitkan Anda selama sepuluh tahun.
Satu — datang pukul tiga sore, bukan pukul sembilan pagi
Hampir semua orang melihat lahan di pagi hari, saat semuanya terasa sejuk. Yang menentukan kenyamanan rumah di Yogyakarta bukan pagi, melainkan pukul 14.00 sampai 16.30. Berdirilah di batas lahan yang menghadap barat dan perhatikan apakah ada peneduh alami: pohon besar di lahan sebelah, bangunan dua lantai, atau tebing. Bila tidak ada, seluruh sisi itu akan menjadi persoalan desain yang harus dibayar dengan tritisan lebar, rongga udara, atau ruang servis sebagai penyangga.
Dua — ukur lebar jalan, lalu bayangkan truk material
Jalan selebar 3 meter cukup untuk mobil, tidak cukup untuk truk pengangkut besi dan bekisting. Bila truk tidak bisa masuk, material dibongkar di mulut gang dan diangkut dengan gerobak — dan itu biaya nyata yang muncul di penawaran kontraktor, bukan biaya bayangan. Periksa juga radius putarnya di ujung gang. Truk yang bisa masuk tapi tidak bisa keluar adalah truk yang tidak bisa masuk.
Tiga — cari saluran, lalu cari ke mana airnya pergi
Berjalanlah menyusuri saluran di depan lahan sampai seratus meter ke hilir. Bila saluran itu menyempit, tertutup cor tanpa bak kontrol, atau berakhir di kebun tetangga, lahan Anda akan menggenang pada hujan pertama musim penghujan. Sempadan saluran juga sering memotong lahan lebih banyak daripada garis sempadan bangunan, dan itu tidak terlihat di gambar penjual.
Empat — tanyakan peruntukan ruangnya, bukan hanya statusnya
Sertifikat yang bersih tidak berarti Anda boleh membangun apa pun di atasnya. Yang menentukan adalah peruntukan ruang pada rencana detail tata ruang setempat. Untuk rumah tinggal hal ini jarang menjadi masalah; untuk rencana bangunan usaha ia adalah pemeriksaan pertama, dan kegagalan di titik ini tidak bisa diperbaiki dengan desain.
Lima — perhatikan tetangga yang sudah lebih dulu berdiri
Catat di mana jendela rumah sebelah berada, berapa tinggi bangunannya, dan ke arah mana talang atapnya membuang air. Bangunan yang sudah ada di situ punya hak yang tidak bisa Anda ubah, dan mereka akan menentukan di mana bukaan rumah Anda boleh diletakkan. Ini juga alasan kami selalu memotret tetangga saat kunjungan tapak, bukan hanya lahannya.
Enam — berdiri di tengah lahan dan rasakan anginnya
Di sebagian besar tapak di DIY, angin dominan datang dari tenggara pada musim kemarau dan dari barat laut pada musim penghujan. Yang penting bukan hafalannya, melainkan apakah lahan Anda punya sisi yang terbuka terhadap angin itu. Lahan yang tertutup rapat di keempat sisinya membuat ventilasi silang harus dibuat lewat atap, dan itu pekerjaan yang lebih mahal daripada membuka jendela.
Beberapa klien membatalkan pembelian setelah studi kelayakan ringkas. Itu hasil yang baik: biayanya sepersekian dari harga lahan yang salah.

