Untuk klien
Rumah tumbuh: menggambar tahap dua sejak tahap satu
Sebagian besar klien rumah tinggal di Indonesia punya lahan dan punya kebutuhan yang lebih besar daripada anggarannya. Jalan yang paling sering diambil dalam situasi ini adalah membangun seluruhnya dengan mutu diturunkan. Hasilnya rumah yang selesai tetapi bocor dalam tiga tahun.
Jalan yang kami sarankan berbeda: bangun separuh dengan mutu penuh, dan gambar separuh berikutnya sekarang.
Yang harus dipasang di tahap satu
- Kolom dan pondasi untuk lantai dua, beserta stek tulangannya. Menambahnya belakangan berarti membongkar lantai, atap, dan sebagian dinding.
- Sparing di pelat, titik air, dan jalur kabel untuk lantai dua, berakhir di kotak tertutup. Tidak ada dinding yang perlu dibobok nanti.
- Rangka atap dengan sambungan baut yang bisa dilepas, bukan dilas, sehingga genteng dan rangkanya bisa dipakai ulang.
Ketiganya menambah biaya tahap satu, dan angkanya jauh lebih kecil daripada biaya membongkar untuk memasangnya belakangan. Ini perhitungan yang kami tunjukkan terbuka di tahap program ruang, sebelum desain dimulai.
Yang paling sering dilewatkan
Tahap satu harus tetap terasa selesai, bukan seperti bangunan tertunda. Tampak yang utuh, teras yang jadi, taman yang selesai. Keluarga itu akan tinggal di sana lima sampai delapan tahun, dan lima tahun bukan waktu yang pantas dihabiskan di dalam bangunan setengah jadi.
Pada Rumah Tumbuh Wedomartani, dinding yang nantinya akan dibongkar untuk tangga diberi finishing penuh dan satu bukaan yang benar. Biayanya kecil, dan ia yang membuat rumah itu terbaca sebagai rumah, bukan sebagai tahap.
Studio yang menampilkan hanya rumah selesai berbiaya besar terbaca sebagai studio yang tidak menangani klien seperti pembaca.
