Atelier Nara

Sangrai Timoho · Umbulharjo, Kota Yogyakarta · 2021–2022 · Terbangun

Kirim Brief
Muka bangunan berbata ekspos dua lantai dengan teras kerja di depannya, difoto dari gang pada cahaya siang dengan garis vertikal lurus.

Sangrai Timoho, Umbulharjo — 2022. Foto: kolaborator fotografi studio.

Komersial skala kecil

Sangrai Timoho

Umbulharjo, Kota Yogyakarta · 2021–2022

Tapak dan persoalan

Lahan sempit 9 × 20 meter di gang selebar 4 meter, dikelilingi rumah tinggal di tiga sisi. Persoalan utamanya bukan estetika melainkan asap. Mesin sangrai kapasitas menengah butuh cerobong yang cukup tinggi agar buangannya tidak turun ke halaman tetangga, dan butuh jarak aman dari bukaan rumah sebelah.

Persoalan kedua adalah regulasi: GSB 3 meter dari batas persil depan pada lahan selebar 9 meter langsung memotong hampir seperlima luas yang bisa dipakai. Batas ketinggian dua lantai, dan peruntukan ruang harus diperiksa lebih dulu karena ini rencana bangunan usaha.

Gambar 01. Dua titik hitam di luar persil adalah bukaan rumah tetangga terdekat. Posisi cerobong ditentukan terhadap keduanya, bukan terhadap tampak bangunan.
Geser untuk melihat seluruhnya

Studi massa

Empat alternatif diuji terhadap dua hal sekaligus: ke mana asap pergi, dan ke mana panas mesin naik.

Alternatif A— Ditolak

Ditolak. Dua lantai penuh memberi luas terbesar, tetapi kedai dan area sangrai berbagi satu ruang udara.

Alternatif B— Ditolak

Ditolak. Massa tinggi di depan menutup gang selebar 4 meter dan membayangi rumah seberang sepanjang pagi.

Alternatif C— Terpilih

Terpilih. Lantai dua hanya di sisi depan, area sangrai di belakang dibiarkan setinggi dua lantai dengan void ke atap, dan cerobong di sisi utara.

Alternatif D— Ditolak

Ditolak. Lantai dua di sisi belakang menutup jalur naiknya panas mesin dan memaksa cerobong lebih tinggi lagi.

Keputusan desain

  1. 01

    Cerobong dijadikan elemen bangunan, bukan disembunyikan

    Cerobong baja setinggi 6 meter dari lantai roasting dibungkus selubung bata dan diletakkan di sisi utara, menempel tangga. Posisinya ditentukan setelah dicek terhadap dua bukaan rumah tetangga terdekat.

    Lihat Gambar 10

  2. 02

    Area sangrai diletakkan di belakang lantai dasar, dengan void ke atap

    Panas mesin naik lewat void dan keluar melalui ventilasi punggung atap. Kedai berada di depan sehingga pengunjung bisa melihat proses sangrai lewat kaca tanpa berbagi udara panasnya.

    Lihat Gambar 07

  3. 03

    Massa dimundurkan sesuai GSB, ruang sisanya dijadikan teras kerja

    Sempadan 3 meter yang wajib itu tidak dibiarkan menjadi area parkir motor semata. Ia dijadikan teras beratap dangkal tempat karung kopi dibongkar dan disortir — pekerjaan yang dilakukan setiap hari dan biasanya tidak pernah kebagian tempat.

    Lihat Gambar 05

  4. 04

    Pondasi mesin dipisahkan dari pondasi bangunan

    Mesin sangrai bergetar. Pemisahan ini diminta konsultan struktur dan menentukan letak kolom di seluruh lantai dasar.

    Lihat Gambar 11

  5. 05

    Semua material dipilih dari yang tersedia di Yogyakarta

    Bata ekspos, beton ekspos dengan bekisting kayu lapis, baja profil standar, dan lantai plester aci yang dipoles. Tidak ada satu pun material yang harus dipesan dari luar kota.

    Lihat Gambar 09

Gambar kerja

Denah, potongan, dan detail dari set gambar kerja proyek ini.

Gambar 05. Denah lantai satu. Pondasi mesin digambar sebagai blok terpisah — itu yang menentukan letak seluruh kolom lantai dasar.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 06. Denah lantai dua. Lantai dua sengaja berhenti di tengah bentang: sisanya void di atas area sangrai.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 07. Potongan A-A. Dua jalur buang yang terpisah: panas naik lewat void ke punggung atap, asap keluar lewat cerobong.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 08. Aksonometri terurai. Pondasi mesin digambar sebagai lapisan tersendiri karena ia memang bangunan yang terpisah.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 09. Detail cerobong pada bidang atap. Flashing naik 40 cm — pada bangunan yang cerobongnya bekerja setiap hari, titik ini yang paling sering bocor.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 10. Tinggi cerobong terhadap bukaan tetangga, sebelum dan sesudah dinaikkan 80 cm. Garis putus adalah perilaku asap yang kami temukan pada uji operasi.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 11. Pemisahan pondasi mesin. Celah 20 cm berisi bahan elastis: getaran mesin tidak berpindah ke struktur bangunan.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 12. Kutipan lembar A-231. Revisi R1 mencatat kenaikan cerobong 80 cm sebagai hasil uji operasi, bukan sebagai perubahan desain.
Geser untuk melihat seluruhnya
Gambar 13. Sketsa pada pertemuan pertama, saat dua jam dipakai membahas ke mana asapnya pergi.
Geser untuk melihat seluruhnya

Kepatuhan regulasi

Kepatuhan regulasi Sangrai Timoho
ParameterKetentuanTerpakai
KDBmaks 70% (126 m²)118 m²
KLBmaks 2,01,14
KDHmin 15%21%
GSB depan3 m dari batas persil3 m
Ketinggianmaks 2 lantai2 lantai
PerizinanPBG bangunan usahadiproses 7 minggu

Angka pada setiap halaman proyek adalah angka yang berlaku pada tapak dan tahun proyek tersebut. Ketentuan berbeda antarwilayah dan dapat berubah. Pemeriksaan ulang ke rencana detail tata ruang setempat selalu kami lakukan pada tahap studi kelayakan.

Lama proses perizinan

7 minggu

Waktu proses di instansi berada di luar kendali studio. Kami mencatat lama proses tiap proyek supaya Anda punya gambaran nyata, bukan janji.

Kondisi awal

Konstruksi

Foto proses bertanggal, urut kronologis.

Terbangun

Hubungan bangunan dengan gang selebar 4 meter dan rumah di seberangnya

Yang berubah di lapangan

Tinggi cerobong dinaikkan 80 cm dari gambar setelah uji operasi pertama menunjukkan asap masih turun saat angin dari timur. Perubahan diselesaikan sebelum serah terima dan masuk ke gambar as-built.

Kaca antara kedai dan area sangrai diganti dari kaca tunggal ke kaca ganda karena panas radiasinya terasa di meja terdekat.

Tidak ada proyek yang berjalan persis seperti gambarnya.

Yang saya ingat, pertemuan pertama kami habis dua jam membahas ke mana asapnya pergi. Saya kira arsitek cuma bicara soal tampilan.

Pemilik usaha kopi — Yogyakarta

Kredit

Klien
Pemilik usaha kopi yang sebelumnya menyewa ruko dan ingin memindahkan mesin sangrai ke bangunan sendiri
Konsultan struktur
Konsultan struktur
Konsultan MEP
Teknisi ventilasi mesin sangrai
Pelaksana
Kontraktor pelaksana
Fotografer
Kolaborator fotografi studio

Rencana bangunan usaha? Mulai dari studi kelayakan ringkas.

Kirimkan lokasi, luas lahan, dan kebutuhan ruang Anda. Kami membalas dalam dua hari kerja dengan penilaian awal — termasuk bila menurut kami proyek Anda lebih tepat ditangani pihak lain.

Kami menerima maksimal enam proyek desain baru per tahun. Balasan pada jam kerja Senin–Jumat.