Catatan lapangan
Bata ekspos: tiga cara pasang, tiga hasil yang berbeda
Bata ekspos adalah material yang paling sering kami gambar, dan yang paling sering salah dipasang. Kesalahannya hampir selalu di siar, bukan di batanya.
Siar rata penuh
Siar diisi penuh lalu diratakan sejajar permukaan bata. Ini cara yang paling cepat dan yang paling sering dipilih pelaksana bila tidak ditentukan di gambar. Hasilnya bidang yang rata dan tenang, tetapi air yang jatuh di permukaan tidak punya tempat berhenti dan mengalir turun sebagai lapisan tipis. Pada dinding barat yang panjang, aliran itu meninggalkan jejak yang tidak merata setelah dua musim.
Siar cekung dangkal
Siar dikeruk sekitar 5 mm dengan alat berbentuk setengah lingkaran. Ini yang kami pakai pada Sangrai Timoho. Cekungan itu memberi bayangan yang membuat pola pasang terbaca, dan lebih penting, ia memutus aliran air menjadi jalur-jalur pendek. Setelah empat musim hujan, dinding itu masih bersih.
Siar dalam bermundur
Siar dikeruk 10 mm atau lebih sehingga tiap bata terbaca sendiri. Bayangannya paling kuat dan bidangnya paling bertekstur. Tetapi pada iklim ini ia menahan air di dalam siar, dan pada dinding yang tidak mendapat matahari sama sekali kami pernah menemukan lumut tumbuh di dalam kerukannya dalam dua tahun. Kami sekarang hanya memakainya pada bidang yang mendapat matahari langsung dan terlindung tritisan.
Yang kami tuliskan di gambar sekarang
Perlakuan siar tidak lagi kami serahkan ke lapangan. Ia ditulis di detail 1:20, disebut di RKS, dan diperiksa lewat bidang contoh satu meter persegi sebelum pekerjaan massal dimulai. Ini contoh kecil dari alasan kami menyarankan pengawasan berkala walau hanya pada tahap kritis: siar adalah keputusan yang diambil di hari pertama pemasangan dan tidak bisa diperbaiki setelahnya.

